Coretan pelangi menyoretkan kisah penuh warna-warni

Hai Fuzhou :D


Hai Fuzhou…..

20140622_053937

Sampailah saya di negara “tirai bambu” ini, negara berpaham komunis yang sudah mulai membuka dirinya walaupun masih terjaga “tirai-tirai bambu”. Fuzhou adalah ibukota Provinsi Fujian yang terletak di China bagian selatan. Banyak yang bilang China bagian selatan itu tidak jauh berbeda dengan Indonesia dari segi cuaca dan makanan tetapi ternyata kami perlu banyak adaptasi juga, makanan, cuaca, budaya dan kebiasaan. Walaupun di sini konon beritanya banyak yang mempunyai keluarga di Indonesia, pernah ke Indonesia atau orang Indonesia yang menikah dengan orang China tetapi di sini masih saja banyak yang aneh dengan penampilan kebanyakan dari orang Indonesia berkerudung. Hehehehehe

Sudah hampir tiga bulan saya di sini, sudah makin terbiasa dengan tatapan orang melihat saya dengan penuh keingintahuan, ada yang sampai menghentikan sepeda atau motor listriknya bahkan ada yang diam-diam memotret kami atau dengan ekstream memotret kami langsung. Kami sudah biasa jika ada yang bertanya “bu re ma?” atau “bu le ma?” artinya “Apakah tidak panas?” sambil menunjuk kerudung kami. Aksen China selatan memang agak sedikit berbeda, mereka tidak terbiasa dengan kata-kata yang menggunakan bunyi “re”, jadi kadang suka terdengar seperti “le”. Lama kelaman kami sudah tidak kaget lagi dengan tatapan dan pertanyaan mereka, hanya bisa senyum saja dan menjawab kami sudah terbiasa. Tentu saja mereka aneh, kami memakai pakaian tertutup di musim panas. Hahahahah jujur memang jauh lebih panas, oleh karena itu kami selalu membawa kipas, payung dan minum. Saya pun sempat jatuh sakit di bulan puasa karena tidak kuat menahan panasnya Fuzhou #eaaaaa

Aaah iyah, selain beradaptasi dengan kebiasaan di Fuzhou yang berbeda banget, bukan hanya orang-orangnya saja bahkan kami harus menyesuaikan kebiasaan di supermarket terkenal seperti Carrefour yang bahasa China nya itu Jialefu (ๅฎถไน็ฆ), Carrefour di Indonesia sudah terbiasa kalau belanja dapat kantong plastik dan semuanya yang masukin itu kasirnya tetapi di sini kebalikannya, tidak mendapat kantong plastik dan masukin belanjaan sendiri. Kami sempat terkaget-kaget saat harus membayar plastik dan memasukan barang sendiri, saat awal ke sini kan pasti membeli keperluan agak banyak. Hahahahah repot lah kami memasukan barang-barang karena sudah ramai antrian. Dan hal itu berlaku di semua supermarket, di China memang diet kantong plastik jadi kalau tidak mau membeli yah bawa sendiri.

Selama tiga bulan di sini tentu banyak cerita unik yang tidak cukup dalam satu tulisan, saya banyak melewatkan momen penting di sini. Pertama kali puasa di negara orang pada musim panas pula, dengan waktu puasa yang lebih panjang, sahur harus bangun pukul 2 pagi karena pukul setengah 4 sudah subuh, solat taraweh di musola dadakan, ย merayakan idul fitri di sini dan selesai solat Id harus kuliah karena salah memperkirakan lebaran jadinya salah minta hari libur. Hahahahaha belum lagi menu masakan lebaran yang ada cuma mie rebus, telor dadar dan jiaozi (seperti siomay) dengan bumbu pecel, tanpa opor, ketupat, rendang. Hahahahaha

 

Menu lebaran : Mie rebus, telor dadar sosis dan jiaozi bumbu pecel :D

Menu lebaran : Mie rebus, telor dadar sosis dan jiaozi bumbu pecel ๐Ÿ˜€

 

Selain melewatkan bulan Ramadhan di sini, kami juga berpesta demokrasi di sini. Di Indonesia sibuk memilih satu atau dua, kami malah sibuk mencari tahu apakah mendapat surat suara untuk menyoblos. Alhamdulillah bisa menyoblos di TPS dadakan juga. Hehehehehe pilih satu atau dua yang penting bisa nyoblos walaupun ga bisa pamer tinta biru di kelingking ๐Ÿ˜›

 

nyoblos

 

 

Dan momen kemerdekaan pun menjadi momen yang tidak dilewatkan begitu saja, kami di sini mengadakan lomba seadanya dan upacara dengan semampunya. Lomba makan kerupuk diganti menjadi lomba makan roti maryam yang besar dan keras, lomba pukul plastik isi air dan lomba tusuk balon air yang ditemani dengan lagu dangdut. Dan kapan lagi upacara hari kemerdekaan menggunakan baju adat ๐Ÿ˜€

Lomba tusuk balon air

Lomba tusuk balon air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hiduplah Indonesia Raya

Hiduplah Indonesia Raya

 

 

Tentu saja momen takbiran menjadi momen yang mengharukan, yang biasanya sekeluarga berkumpul takbiran bareng di musola dan menonton acara takbiran di televisi, mendengar ramainya suara takbiran dari bagai penjuru masjid tetapi di sini kami hanya takbiran beberapa orang saja. Momen menyanyikan lagu Indonesia raya pun membuat hati ini terasa sesak. Tetapi alhamdulillah saya bisa merasakan itu semua karena bisa membuat saya lebih bersyukur dengan apa yang saya sudah miliki. Nikmati yang ada di depan mata, tidak perlu meratapi yang ada nan jauh di sana. Seperti kata pepatah “Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung” ๐Ÿ˜€

 

shida

Advertisement

Hai…Hai…Bandung :D


Setelah perjalanan maraton Cianjur ke Bandung, hari sabtu saya melanjutkan perjalanan saya dengan wisata kotanya. Pagi-pagi saya dan Cita sudah siap-siap ke Pasar baru, di angkot saya bertemu anak balita kembar, namanya Nayla dan Nafisa. Cantik dan lucu banget. Gemesssss ๐Ÿ˜€

???????????????????????

Tujuan ke Pasar Baru hanya beli kerudung sih. Hehehe Saya beli beberapa kerudung di sana setelah itu melanjutkan perjalanan ke Braga, dari pasar baru ke Braga tidak ada angkutan, jadilah kami berjalan kaki cukup jauh apalagi Bandung sedang panas, jadilah perjalanan kami terasa begitu lelah. Braga adalah salah satu jalan yang bangunannya sudah tua, mungkin kalau di Jakarta seperti Kota Tua, tapi sekarang kurang agak terawat dan jalannya ada yang rusak karena kendaraan umum sudah bisa melewatinya.

Jalan Braga yang sudah bisa dimasuki kendaraan umum

Jalan Braga yang sudah bisa dimasuki kendaraan umum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Permen gula yang bisa dibentuk-bentuk di pinggir Jalan Braga

Permen gula yang bisa dibentuk-bentuk di pinggir Jalan Braga

Lukisan pelukis jalanan Braga

Lukisan pelukis jalanan Braga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di ujung Jalan Braga itu ada Jalan Asia Afrika, sebenarnya saya mau masuk Museum Konferensi Asia Afrika tetapi sayangnya tutup karena sedang istirahat :(, jadilah hanya foto-foto di depannya saja.

???????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

???????????????????????

 

 

???????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

???????????????????????

 

 

Setelah lelah berkeliling, akhirnya kami memutuskan makan siang di Steak Ranjang yang ada di daerah Dipati Ukur. Menu-menu di sini menggunakan nama-nama aneh yang sedikit menggoda dan membuat tersenyum, keistimewaanya adalah makanannya memiliki level kepedasan. Makanan yang tersedia seperti spagheti, berbagai jenis steak dan nasi. Yap ini nama-nama menunya dan disimpulakan sendiri. Hehehe saya memesan Chiken hamil tiga bulan :P.

 

???????????????????????

 

???????????????????????

 

 

Keesokan harinya, saya ke Taman Ir Djuanda atau yang biasa disebut Dago Pakar. Saya ke sana bersama Aip sekalian menuju Lembang ke acara perpisahan kelas XII. Dago Pakar adalah kawasan hutan yang luaaaaassssss banget, di sana terdapat Goa Belanda dan Goa Jepang, museum Ir Djuanda dan bisa tembus ke berbagai curug. Niatnya sih saya juga mau maen ke curug tetapi pas sampai di sana dan untuk berjalan ke Goa-goa nya saja sudah menguras tenaga, maka saya urungkan niat ke curug. Hehehehe

Dalam perjalanan menuju gua, banyak monyet-monyet liar yang menyambut kami. Aip terlihat senang bisa ketemu teman-temannya. hehehehe

Aip dan teman-teman :D

Aip dan teman-teman ๐Ÿ˜€

 

???????????????????????

 

Setelah berjalan dengan pemandangan pepohonan hijau yang tinggi-tinggi dan langit yang cerah, mata saya dimanjakan dengan pemandangan itu. Bahagia banget bisa ada di tengah-tengah pepohonan dan udara yang segar ๐Ÿ˜€

???????????????????????

sampailah kami di Gua Belanda, di sana ada penyewaan senter dengan harga Rp 5000. Saya yang takut gelap sempat ragu untuk masuk, tetapi karena ada senter saya pun memberanikan diri untuk masuk dengan memegang senter dan jaket Aip, takut dia isengin saya dengan tiba-tiba kabur. Hehehe

 

 

 

 

???????????????????????

 

 

 

Aip sok misterius :P

Aip sok misterius ๐Ÿ˜›

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya yang agak ketakutan karena gelap

Saya yang agak ketakutan karena gelap

 

Setelah masuk Gua belanda, kami menuju Gua Jepang yang tidak jauh dari Gua Belanda, tetapi Gua Jepang lebih banyak lubang masuknya dan saya merasa di dalam lebih gelap lagi dan saya putuskan untuk ga masuk ke sana. hehehe sereeeemmm ah

???????????????????????

Sebelum pulang, kami berkeliling dulu ke dekat Museum Ir Djuanda tetapi sayangnya museumnya tutup. Dan di sana juga terdapat taman bermain anak, ada berbagai macam permainan seperti ayunan, perosotan dan jungkat jungkit.

1613858_10201836466129543_1008658171228160526_n

 

 

 

???????????????????????

 

Setelah puas berkeliling di Dago Pakar, selain capek dan laper, saya juga harus segera ke hotel karena rombongan dari Depok sudah hampir sampai. Aip mengantarkan saya ke Hotel BMI di daerah Lembang. Pertualangan saya berakhir di Dago Pakar. Hehehe Terima kasih buat Cita dan Aip yang mau mengantar saya jalan-jalan ๐Ÿ˜€

Makasih Cita :)

Makasih Cita ๐Ÿ™‚

 

Makasih Aip :)

Makasih Aip ๐Ÿ™‚

 

Malam harinya, saya melakukan tugas negara lagi, jadi panitia pelepasan siswa kelas XII. Selamat buat kelas XII SMKN 1 Depok yang sudah lulu 100%. Selamaaattt menempuh lembaran baru ๐Ÿ˜€

 

???????????????????????

 

Esok harinya kami check out dan menuju Trans Studio Bandung. Yeaaay bersenang-senang lagi :D. Tetapi karena saya sudah kecapean beberapa hari dan acara perpisahan juga sampai malam jadi kurang maksimal mainnya. Hehehehe

 

1465154_10201846244172879_3340760008292941393_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketemu Lorenzo :P

Ketemu Lorenzo ๐Ÿ˜›

 

Antri dulu yah

Antri dulu yah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Insert Investigasi

Insert Investigasi

 

Setelah dari TSB, rombongan ke Cibaduyut. Saya tidak beli apa-apa di sana karena sudah capek. Maka liburan saya pun berakhir. Alhamdulillah cukup puas dengan waktu yang terbatas :D.

 

 

Ketika hatimu terluka maka bawalah kakimu tuk melangkah :D #RumahAdalahdiManaPun

Ketika hatimu terluka maka bawalah kakimu tuk melangkah ๐Ÿ˜€ #RumahAdalahdiManaPun

 

 

Hai Bandung :D


Bandung…Bandung…Bandung…

Bandung adalah kota pelarian untuk saya, saat mumet atau ga mood maka kota kembang adalah kota tujuan utama saya. Hal tergila yang pernah saya lakukan adalah pergi pulang Depok-Bandung-Depok dalam sehari dan cuma numpang makan siang di UPI, kampusnya Rangga dengan menu lontong kari. Hehehehe Gugun, patner in crime saya sejak SMA yang menjadi teman jalan saat itu. Sudah hampir setahun lebih saya tidak ke Bandung atau pun melakukan perjalanan. Ada saja hambatannya untuk “me time”, hingga akhir april kemarin saya mendapat tugas mendampingi siswa untuk Lomba Kompetisi Siswa tingkat propinsi di Cianjur. Lomba berlangsung dari tanggal 29 april s.d 1 mei, kemudian pada tanggal 4 mei ada perpisahan siswa kelas XII di Lembang. Munculah radar trip saya, daripada saya bolak balik, lebih baik saya langsung saja trip di Bandung sambil menunggu acara di Lembang. Sebelum ke Bandung, saya sempat mengajak siswa saya, Eva dan Putri ke Taman Bunga Nusantara, untuk hiburan mereka yang baru selesai lomba. Hehehehe Yeaaaayyy akhirnya “me time” ๐Ÿ˜€

 

???????????????????????

Main di sawah sekolah SMKN 1 Pacet ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemandangan di sekitar sekolah

Pemandangan di sekitar sekolah

 

Sayur mayur yang ditanam sekitar sekolah

Sayur mayur yang ditanam sekitar sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

@ Taman Bunga Nusantara

@ Taman Bunga Nusantara

 

Ga ada yang fotoin, pk timer pun jadi :P

Ga ada yang fotoin, pk timer pun jadi ๐Ÿ˜›

 

 

 

 

 

 

 

 

Pagi hari setelah check out dari hotel, kami langsung dijemput untuk segera pulang ke Depok, walhasil tidak ikut penutupan acara. Anak-anak pulang ke Depok bersama Pak Mamad dan saya minta diturunin di Cipanas untuk naik bus ke Cianjur. Saya menunggu bus di pertigaan Cipanas, sebenarnya banyak bis yang langsung ke Bandung tapi jarang ada yang ke terminal leuwipanjang. Akhirnya saya naik bis ke Cianjur terlebih dahulu, setelah sampai terminal Cianjur langsung naik Hiba jurusan Bandung, kemudian turun di tol pasir koja. Saya dan Cita janji bertemu di Istana Plaza, jadi saya menunggu Cita menjemput sambil makan siang di sana. Dari tol pasir koja, saya masih naik angkot dua kali lagi.

 

Esok harinya, hari jumat, Saya dan Cita ke Floating Market Lembang dari rumah Cita di Cijerah. Perjalanan cukup jauh, dari rumah Cita, kami naik angkutan jurusan Ciroyom-Bumi Asri, turun di pasar kemudian naik Sederhana-Cijerah, kemudian naik St Hall- Lembang. Walaupun jauh tetapi pemandangan sangat bagus saat sampai di daerah Lembang. Floating Market adalah tempat wisata baru di Bandung, yang menggabungkan tempat makan, wisata air dan wisata sawah. Tiket masuk FML sebesar Rp10.000 yang tiketnya dapat ditukarkan dengan minuman hangat dan dingin, seperti kopi, susu dan lemon tea.

 

 

???????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

???????????????????????

lemon tea ๐Ÿ™‚

 

Penjual di perahu-perahu kecil di atas danau. Tempatnya pun asri, ada danau yang luas dan banyak pepohonan. Tempat makan tersedia banyak sekali, ada yang di sekitar penjual-penjual makan di pinggir danau, ada saung- saung dan meja-meja.

 

Ibu penjual rujak bersama buah-buahan segar

Ibu penjual rujak bersama buah-buahan segar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya sedang beli rainbow ice yang ga rainbow :P

Saya sedang beli rainbow ice yang ga ranibow ๐Ÿ˜›

 

???????????????????????

Meja-meja di rindangnya pepohonan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

???????????????????????

 

Cara transaksi di sana dengan menggunakan koin, jadi pengunjung bisa menukarkan uangnya dengan koin pecahan Rp5000, Rp10.000, Rp 20.000 dan Rp 50.000. Saya dan Cita, masing-masing menukarkan dengan sejumlah Rp 25.000

 

???????????????????????

 

 

Selain makan, banyak hal yang bisa dilakukan di sana, memberi makan ikan, kelinci, memancing belut, ย bermain flying fox untuk anak-anak, naik berbagai macam perahu, sampan dll

Anak-anak Malaysia heboh memebri makan ikan :D

Anak-anak Malaysia heboh memebri makan ikan ๐Ÿ˜€

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

 

???????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

???????????????????????

 

???????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga makanan di sana pun cukup terjangkau dan tersedia berbagai menu makanan, dari yang tradisional sampai yang internasional. Di sana, saya hanya membeli kue pisang, kentang tornado dan es rainbow. Cita membeli tempe mendoan dan rujak :D. Yang saya suka dari tempat ini, selain fasilitasnya lengkap dan makanannya juga enak dan terjangkau, mushola terdapat di banyak tempat. FML ini sangat luas, mushola pun tersedia di beberapa tempat strategis. Di dekat pintu masuk utama, di dekat permainan air dan terdapat mushola apung ย juga.

Mushola Apung :D

Mushola Apung ๐Ÿ˜€

 

Setelah puas makan dan foto-foto, saya dan Cita pulang dengan hati puas : D. Malam harinya kami pergi ke daerah Punclut, di sana tempat makan ayam bakar, ayam goreng, ati ampela, ikan asin dll, walalupun makanan sederhana tetapi makan dengan pemandangan lampu-lampu kota Bandung. Mungkin kalau di Jogja itu seperti Bukit Bintang :D. Saya ke sana naik motor bersama Cita, Rangga dan Aip, yang teman saya waktu ke Bromo juga :D. Perjalanan ke sana agak sedikit menegangkan karena jalanannya yang menanjak, untungnya malam itu bukan malam minggu jadi tidak terlalu ramai, kata Aip sih kalau ramai itu bisa macet banget. Tidak kebayang kalau macet di jalan menanjak curam seperti itu. Dan Aip membuat saya sedikit was-was saat saya juga sedang ngeri karena jalan menanjak itu. Hehehehe

Saya ย  ย  ย  ย  : Ip, curam banget sih jalanannya, bikin ngeri banget yah?

Aip ย  ย  ย  ย  ย  : Aip sih ga ngeri teh kalo nanjaknya mah.

Saya ย  ย  ย  ย  : Lah emang kenapa ip?

Aip ย  ย  ย  ย  ย  : Aip lebih ngeri kalo ntar pulangnya, turunan gitu, soalnya rem motor Aip cuma setengah (satu rem berfungsi). hahahaha

Saya ย  ย  ย  ย : #jleb

 

???????????????????????

 

 

???????????????????????

Cita, Saya, Aip dan Rangga (Ka-Ki) siap menikmati makan malam ๐Ÿ˜€

 

 

???????????????????????

 

Perjalanan hari itu ditutup dengan ayam bakar dan sambal nampol banget di Punclut. Perjalanan saya ke Bandung akan berlanjut ke Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Dago Pakar dan Trans studio di pst selanjutnya : D

 

 

Menjelajah Taman (lagi) :)


Akhir maret lalu, ada tanggal merah di hari senin, otomatis akan ada liburan panjang dari sabtu, minggu, senin. Biasanya kalau tanggal merah itu saya sudah merencanakan ke suatu tempat dan memang, saya sudah merencanakan ke Dieng tetapi karena harus mengurus sesuatu jadinya dipending lagi deh rencananya. Sabtu, 29 maret 2014, seperti biasa kalau akhir minggu saya dan Edo ketemuan. Tapi minggu itu kami belum tau mau kemana, tumben bingung mau kemana, biasanya udah rencanain dari lama :P. Hehehehe karena sabtu itu saya agak ngambek :P, Edo mengajak saya ke Taman Kota BSD 2, Hehehehe ga pernah nolak sih kalau diajak ke taman. Tapi berhubung lagi bete jadinya kurang semangat deh.

Sesampainya di Taman langsung azan zuhur, yaudah deh kami mencari mushola dulu. Agak ragu sih di sana ada mushola, tapi menurut petunjuk tukang jualan ada mushola di Art Flona. Kami tidak tahu Art Flona itu apa, berjalanlah kami mengikuti petunjuk si Mas. Sesampainya di Art Flona dan jreeeeng ternyata itu restoran. Antara bingung dan kaget sih, karena kami tidak berniat makan. Sesampainya di sana disambut sama pelayannya dan diberikan brosur. Yang isinya tentang info restoran tersebut yang merangkap pemancingan, tempat jual ikan hias dan refleksi. Kami sudah terlanjur di sana, yaudah deh sekalian masuk aja, kami solat terlebih dahulu. Setelah menanyakan mushola yang ternyata letaknya di dalam restoran, saya agak kaget karena ternyata konsep restoran tersebut adalah alam terbuka dan semua bangunanya dari bambu, ada tempat makan apung, meja makan yang di rumah pohon, meja makan yang di kelilingi pot bunga anggrek, ada getek pula. Walaupun tempatnya tidak begitu luas tapi cukup asri.

 

Depan Mushola

Depan Mushola

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemandangan dari dalama Mushola

Pemandangan dari dalama Mushola

 

Pemancingan dan saung apung :D

Pemancingan dan saung apung ๐Ÿ˜€

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Getek

Getek

 

Bergaya di Jembatan :)

Bergaya di Jembatan ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah solat di mushola yang terbuat juga dari bambu. Kami memutuskan untuk sekalian makan di sana, dan saya memilih duduk di rumah Pohon. Hehehe biar seru walaupun ruang gerak jadi terbatas. Menu makanan di sana beragam, dari sayur asem, mie kocok, nasi goreng, roti bakar pun ada. Harganya pun terjangkau dengan tempat yang bagus dan pemandangan yang asri seperti ini.

 

Makan siang ditemani pemandangan yang ijo-ijo :P

Makan siang ditemani pemandangan yang ijo-ijo ๐Ÿ˜›

 

Edo makan soto kikil *serius bener sih :P

Edo makan soto kikil *serius bener sih ๐Ÿ˜›

Minum jus strawberry yang matching sama kerudung dan cardigan :D

Minum jus strawberry yang matching sama kerudung dan cardigan ๐Ÿ˜€

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak menyangka akan menemukan tempat makan sebagus itu padahal cuma berniat mencari mushola dan bete pun hilang. Hehehehe pokoknya harus balik lagi deh yah ๐Ÿ™‚ *lirik Edo

 

Minggu selanjutnya, Sabtu 05 April 2014, Saya mengajak Edo ke taman yang ada di Depok. Kan dia sudah sering mengajak saya ke taman yang di BSD, jadi gantian dong yah. Kami menuju ke Taman Wiladatika seperti orang nyasar sih. Harusnya dari rumah saya bisa langsung ke Margonda, Djuanda dan ke Gas alam tetapi berhubung Edo pengen tau Mall baru di Cibinong, Mall Cibinong City. Jadilah kami ke Cibinong dulu baru deh ke Cibubur. Hahaha Sampai di Cibubur sudah jam setengah lima sore, kami makan dlu sebentar, terus baru deh foto-foto sampai setengah enam. Hahahaha sebentar banget yah tapi lumayan deh main-main di sananya, foto-fotonya juga bagus. Tapi harus ke sana lagi yah seharian ๐Ÿ˜› *lirik Edo lagi

 

Mau naek sih tapi...:P

Mau naek sih tapi…:P

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jamur raksasa

Jamur raksasa

IMG-20140406-WA0010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siap mengayun

 

Swiinggg

Swiinggg

 

 

 

DSC07793

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG-20140406-WA0022

 

 

 

 

 

 

Berhasil donor darah di Vihara


Sering gagal donor darah dengan berbagai alasan tidak membuat saya gentar untuk donor walaupun rasa sakit ditolak donor darah itu rasanya kaya dikasih harapan palsu. Hahahaha Mengenai PHP. saya jadi teringat Ka Fae, dia adalah teman yang saya kenal di komunitas donor darah Blood For Others. BFO sering diundang ke acara seminar, wawancara dan donor darah, biasanya Ka Fae yang sering menjadi perwakilan, nah terkadang saya suka pengen ikut. Saat sudah janjian sama dia, selalu aja ada halangan. hahaha jadilah dia menjuluki saya “Veni PHP”. Maafkan aku Ka Fae, tak ada maksud melukai hatimu #drama :P. Tanggal 16 dan 23 Pebruari lalu, Vihara Dharmasagara ingin mengadakan donor darah dengan mengajak BFO bekerjasama, tgl 16 ada perwakilan dari BFO yg akan memberikan pengenalan tentang donor darah yaitu Ka Fae dan Rona. Niatnya sih saya mau dateng buat jadi tim hore tapi LAGI saya gagal dateng karena ada acara keluarga. Sangat murka kakak fae terhadap saya sehingga muncullah panggilan VPHP. Hahahaha

Untuk menebus kesalahan saya minggu itu, saya pun harus datang tgl 23 itu. Tapi saya tidak mengabari kakak fae karena takut dia ngarep. Hahaha Saya berangkat bersama Edo dari stasiun pondok cina ke stasiun mangga besar, saat sampai di stasiun mangga besar kami memutuskan untuk makan tetapi setelah muter ke sana ke mari *kaya lagu AyTing. Hahaha Kami tidak menemukan tempat makan yang cocok akhirnya kami soalt terlebih dahulu dan langsung menyusul ke Vihara. Sesampainya di Vihara, saya menyembunyikan diri di balik Edo biar bikin Kakak Fae kaget. Hahaha Dan ternyata dia cukup terkejut dengan kedatangan saya. Yeay akhirnya ga PHP ke Ka Fae. Setelah itu, Saya dan Edo dikenalkan ke Tami, Mas Bas dan Om Eric, volunteer BFO juga. Setelah itu saya dan Edo pun mendaftar donor darah, semoga lolos walaupun ย belum makan.

Saya pun diperiksa tensi dan HB. Alhamdulillah bagus, dengan HB 14,5 dan tensi 110/70 saya diperbolehkan donor darah. Oh yah ada pertanyaan yang unik dari ketiga petugas donor darah. Tiga oprang berbeda dengan pertanyaan sama ๐Ÿ˜›

Petugas : Mbak, rumahnya dimana?

Veni : Di Depok

P : Lho bukan warga sekitar? saya pikir warga sekitar karena kan pake kerudung sendiri diantara cici dan kokoh di sini. Hehehe

V : ย Bukan. Hehehe saya kesini karena vihara kerjasama sama komunitas donor darah, BFO. Ini kan baju saya samaan kaya yg di depan tadi

P : Oh iya yah saya baru sadar. hehehe

Sambil menunggu giliran donor darah, kami foto dulu yah bertiga biar ga dikira hoax sama Om Ben. Hahaha

1393164404006

 

Akhirnya giliran saya dan Edo untuk donor darah ๐Ÿ™‚

1393151883116

 

 

 

 

 

 

 

1393151892435

 

Selesai donor, saya dan Edo ikut meramaikan stan baju BFO yang sudah dihuni Tami , Mas Bas dan Ka Fae. Terus foto-foto deh ๐Ÿ™‚

1393163607438

 

 

 

ย 

 

 

(Kanan-kiri) Saya, Mas Bas, Tami, Ka Fae dan Edo

(Kanan-kiri) Saya, Mas Bas, Tami, Ka Fae dan Edo

 

Bersama Panitia donor darah Vihara

Bersama Panitia donor darah Vihara

 

 

Setelah acara selesai, kami disuguhi makan siang. Saya menikmati makan siang yang menunya enak banget yaitu rendang dan ikan. Setelah selesai, dari panitia menghampiri kami dan bertanya “mirip kan rasanya sama yang asli?” ternyata semua makanan yang disediakan saat itu semuanya makanan untuk vegetarian tapi rasanya mirip banget sama daging ๐Ÿ™‚

 

20140223_145246

 

20140223_145309

 

 

Selesai makan kami sempat lihat-lihat yang ada di vihara. Semoga di acara selanjutnya bisa bertemu dengan BFOers yang lain yah :), selain dapat pengalaman juga dapat teman banyak ๐Ÿ™‚

1393152210862

8 Maret 2014 ke 8 April 2014


Menurut kebudayaan orang cina, angka 8 adalah angka keberuntungan. Hehehe yah mungkin itu juga berlaku untuk saya. Dimana pada tanggal itu akan menjadi tanggal penting dalam kehidupan saya. Heeemmm ada kejadian apa yah tanggal itu?

Post saya beberapa bulan ini selalu menulis tentang wisata kuliner, kemana pun perginya pasti makan dan bersama dengan orang yang sama :). Yap, Edo ๐Ÿ™‚

Saya dan Edo kenal sudah cukup lama, sekitar setahun mengenal dari Blood For Others, beberapa kali bertemu dan kadang mentionan atau sms dan chat. Dan makin lama intensitasnnya semakin sering dan akhirnya jadian ๐Ÿ™‚

Sekarang genap satu bulan kami bersama dengan status baru kami. Hehehehe kalau kata orang sih lagi manis-manisnya, semoga selalu manis sampai selanjutnya walaupun akan ada kepahitan yang menunggu. Amin

Banyak perbedaan antara kami, juga banyak persamaan tapi bukan itu intimya yang menyatukan kami, tak tahu apa. Yang saya tau, kami merasa nyaman satu sama lain dan merasa bahagia jika bersama, cukup ๐Ÿ™‚

Semoga kami bisa saling menyempurnakan

Biarlah kami melengkapi kekurangan satu sama lain

Semoga kami tidak perlu iri dengan pasangan lain

Biarlah mereka yang ย iri pada kami

Semoga kami tidak perlu membandingkan hubungan kami dengan pasangan lain

Biarlah kami menjalin hubungan yang tidak ada tolak ukurnya

Semoga kami ada dalam keadaan susah atau pun senang

Biarlah masalah yang menguatkan hubungan kami

Semoga Allah SWT meridhoi hubungan kami

Biarlah takdir yang memainkan perannya untuk menjodohkan kami. AMIN

 

IMG-20140406-WA0010

Snow World di Indonesia


Ada salju di Indonesia? Ya ya ya

Beberapa tahun lalu saya pernah menonton liputan tentang Snow World, arena salju dan es yang ada di salah satu mall di Serpongย  tetapi saya selalu ketinggalan jadwalnya. Maka saat teman saya upload foto tentang Snow World, saya lngsung berburu infonya. Setelah dapat saya ajak pasukan. Hehehehe Saya ajak Edo dan Asty, Asty ajak Danny, adiknya. Setelah berdiskusi akhirnya tanggal 01 maret 2014 kami meluncur ke WTC Matahari Serpong. Saya dan Edo naek motor, Asty dan Danny naek kereta karena mereka ga berani bawa motor ke sana. Hehehehe

 

Saat menuju kesana, masih pagi banget, akhirnya saya dan edo memutuskan untuk makan dahulu, lagipula Edo belum sarapan. Berhentilah kami di pom bensin pamulang yang ada tempat makannya. Ternyata viewnya bagus. Hehehe makannanya pun enak.

20140301_103147

 

20140301_104552

Setelah makan dan istirahat sebentar di sana, kami meluncur ke Serpong. Sekitar setengah jam sampai, tidak lama Asty pun santai. Sebelum main di sana, Asty dan Danny mau isi amunisi dulu, sambil menunggu Saya dan Edo sholat. Setelah semua beres kami siap bertualang di Snow World.

Suhu di sana minus 10 derajat. Huaaaa dingin banget, disarankan tidak menyalakan hape dan kamera. Untunhnya Asty punya kamera yang tahah pada suhu minus, jadi kami bebas foto-foto. Tiketnya 50rb perorang, dipinjami jaket dan boleh keluar masuk sesuka hati. Jadi kalau sudah kedinginan boleh keluar dulu buat makan dan minum, di sana juga menjual makanan dan minuman hangat.

 

Saat masuk ke sana, udara dingin menusuk sampai tulang, ada reaksi aneh di kepala, ada yang meleleh dari hidung. Hahahaha masih adaptasi. Di sana banyak es yang dibentuk-bentuk binatang lucu, bangunan, kereta kuda, rumah dan lain-lain. Oh yah ada seluncuran es juga, cukup bikin jantung ingin meloncat keluar. Hehehehe

Asty menarik Danny yang tiba-tiba macet saat meluncur :P

Asty menarik Danny yang tiba-tiba macet saat meluncur ๐Ÿ˜›

 

Saya dan Asty meluncur yang tetap tidak terkontrol

Saya dan Asty meluncur yang tetap tidak terkontrol

 

Saya dan Edo meluncur dengan terkontrol :)

Saya dan Edo meluncur dengan terkontrol ๐Ÿ™‚

 

Kami sekitar dua jam di sana dengan bolak balik dua kali. Hehehehe itu sudah puas banget foto-fotonya.

SAM_6995 (480x640)

 

SAM_7035 (640x480)

 

SAM_7003 (640x480)

 

 

SAM_6976 (640x480)

 

 

SAM_6950 (640x480)

 

 

SAM_6948 (640x480)

 

 

 

SAM_7031 (640x480)

Terdampar di Aneka Bubur :D


Jumat kemarin, 7 Februari, Saya dan Edo pergi ke Senayan di siang yang macet. Berangkat pukul 2 siang, sampai di sana pukul setengah 4 sore. Jakarta oh Jakarta macetnya ga kenal waktu. Selesai urusan di Senayan ternyata Edo belum makan siang, saya baru tahu pas pukul 5 sore itu. Tanpa banyak negoisasi, sore itu harus makanlah, kalo anak orang pingsan habis nganterin saya bisa repot urusan. Hehehehe Bingung mau makan dimana, akhirnya Edo meluncurkan motor ke Radio dalam, saya mah pasrah aja deh mau dibawa kemana. Hahaha saat di perjalanan Edo nanya mau makan apa, kalo saya sih terserah aja karena kan yang saya suruh makan yah dia. Dan ada percakapan lucu yang bikin ngakak karena pemenggalan dan penggunaan kalimat yang kurang tepat ๐Ÿ˜€

“Kalo kita makan nan gimana, Ven?”

“Hah? Makanan?”

“Bukan, tapi makan nan?”

“Hah? Ke kanan? apaan sih?”

“Itu makan nan yang kaya cane”

“Wahahaha makan roti naan maksudnya?”

“Nah iyah itu makan roti nan”

 

Sebenernya kalau dilihat dari tulisan sih keliatan bedanya tapi kalau secara lisan itu bikin persepsi yang salah. Hahahaha

Secara kami suka nyoba makanan yang aneh-aneh, jadilah Aneka Bubur di Radio dalam jadi pilihan. Aneka Bubur ini menyediakan makanan dari Pakistan, India, Cina dan Jepang juga. Tapi yang utama sih Pakistan dan India. Dekorasi tempatnya juga ala timur tengah banget, ada lesehan pake karpet dan ada bantal-bantal empuk. Nyaman banget deh, yang ke sana pun rata-rata orang India dan timur tengah. Di sebelah Aneka Bubur bisa langsung masuk ke toko karpet yang harganya selangit, mungkin kalo saya beli karpet seharga rumah itu cuma bisa dibingkai aja. Hahaha emang bisa kebeli ven? mengkhayal boleh kan ๐Ÿ˜›

Penampakan luar

20140207_190017

 

20140207_190037

 

 

Penampakan dalam

20140207_170304

 

 

 

 

 

 

 

 

20140207_170644

 

 

 

20140207_170659

 

 

 

 

 

 

 

 

Niat ke sana cuma makan naan, yah jadinya juga cuma pesen naan. Hehehe tapi cukup kenyang dengan naan keju coklat seukuran martabak ini, dengan coklat di dalam dan taburan coklat serta keju di atasnya. Hemmm enak banget deh ๐Ÿ˜€

20140207_171804

 

 

 

 

 

 

 

 

20140207_171845

 

 

Minumannya pun saya pesan yang aneh, teh pakistan. Rasanya manis dengan ada rasa rempah-rempah gitu. Enak tapi agak asing dengan rempah-rempahnya. Bisa disajikan dingin dan panas. Edo sih cuma pesan lemon tea. Hehehe

20140207_171703

 

 

Harga makanan dan minuman di restoran tergolong mahal, mungkin karena porsi-porsinya yang besar tapi lumayanlah untuk makanan yang enak itu ๐Ÿ˜€

Setelah makan dan solat maghrib barulah pulang. Keadaan restoran ini tidak begitu ramai jadinya merasa kaya rumah sendiri aja, dalam keadaan yang lelah karena macetnya Jakarta, terdampar di Aneka Bubur ini adalah pilihan yang tepat. Hahaha sayangnya saya tidak sempat foto-foto di sana karena sudah kelelahan padahal tempatnya bagus, banyak lukisannya juga. Oke kalau ke sana lagi, wajib foto-foto ๐Ÿ˜€

Keliling Taman Kota BSD dan kulineran (lagi)


Tanggal 24 Januari 2013 bisa dibilang hari yang menyenangkan banget karena saya maen-maen di taman. Hahahaha maen di taman aja seneng, pasti! karena sejak kecil saya selalu suka maen-maen di taman komplek sebelah atau di kebun tetangga. Hahaha Halaman rumah dan kebun nenek pun jadi tempat saya bermain. Naik-naik pohon, bikin rumah-rumahan di bawah pohon dll. Oleh karena itu setiap ke tempat-tempat baru, saya pasti minta diajak ke taman kota atau alun-alun kota.

Beberapa tahun lalu saya sering berkunjung ke Bandung, dalam tiga bulan bisa dua kali ke Bandung. Menurut saya Bandung adalah tempat pelarian yang tepat. Lumayan dekat, banyak tempat wisata dan makanan di sana enak. Saya pernah ke Museum Geologi, seharian di sana ga bikin bosen. Hehehe Suatu kesempatan saya ingin mencari tempat wisata yang dekat-dekat kota, kalau ke Kawah Putih, Ciater dan Tangkuban perahu itu agak jauh dari tempat kost teman. Setelah browsing saya menemukan Taman Kupu-kupu di Cihanjuang. Yippie. Saya yang suka main di taman dan suka kupu-kupu pasti kepengen banget ke sana. Untuk ke sana harus naik angkot sekitar empat kali. Teman saya yang orang Bandung pun belum pernah ke sana. Hehehe jadilah ngebolang dengan hasil info dari internet dan tanya sana sini. Walaupun agak nyasar sedikit, sampai deh di Taman kupu-kupu ๐Ÿ˜€

Sampai di sana. tempatnya masih tutup :P

Sampai di sana. tempatnya masih tutup ๐Ÿ˜›

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kapan lagi bisa foto sedekat ini sama kupu-kupu :D

Kapan lagi bisa foto sedekat ini sama kupu-kupu ๐Ÿ˜€

 

 

Kupu-kupunya narsis, ga pernah terbang kalau difoto

Kupu-kupunya narsis, ga pernah terbang kalau difoto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat di Surabaya lain lagi ceritanya, saya main-main ke taman karena diajak kopi darat sama Mas Fatah di Taman Bungkul, sekalian ditraktir rawon kalkulator. Hehehe Mas Fatah adalah penggagas Antologi Love Journey: Ada Cinta di Tiap Perjalanan bersama Mbak Dee An. Yang merupakan antologi pertama saya ๐Ÿ˜€

DSC03987

Bersama Mas Fatah :)

Bersama Mas Fatah ๐Ÿ™‚

 

Tetapi sayang ke Taman Bungkulnya malam-malam, jadi kurang asik buat foto-foto. Hehehe di sana banyak permainan anak, perosotan, ayunan, banyak lampu-lampu cantik juga. Di tengahnya ada lapangan besar yang biasanya digunakan untuk berbagai macam acara. Makin malam, tempatnya makin rame apalagi kalau minggu ๐Ÿ˜€

Bagian samping belakang Taman Bungkul, banyak permainan anak

Bagian samping belakang Taman Bungkul, banyak permainan anak

Lapangan tengah taman sering digunakan untuk berbagai acara

Lapangan tengah taman sering digunakan untuk berbagai acara

 

 

Berbeda lagi saat saya ke Malang, saya minta diantar ke alun-alun malang tapi katanya di sana tidak begitu bagus, tetapi Miss Silvi mengajak saya ke alun-alun batu. Wuiih di sana lebih seru permainannya, ada bianglala juga, ada permainan air dan buat anak-anak. Di sana juga banyak patung-patung besar berbentuk buah-buahan, hewan dan sayur-mayur. Besar banget deh ukurannya. Hehehe

di atas Bianglala :D

di atas Bianglala ๐Ÿ˜€

Alun-alun Batu dari atas bianglala

Alun-alun Batu dari atas bianglala

Anak-anak kecil main air mancur. Seru banget :D

Anak-anak kecil main air mancur. Seru banget ๐Ÿ˜€

si adek naik kelinci raksasa :D

si adek naik kelinci raksasa ๐Ÿ˜€

Apel malang segede gitu gimana dorongnya? :P

Apel malang segede gitu gimana dorongnya? ๐Ÿ˜›

Di atas daun raksasa :D

Di atas daun raksasa ๐Ÿ˜€

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tetapi sayang taman-taman di depok belum ada yang memadai, sekarang sih Depok sedang berusaha membuat beberapa taman. Semoga saja terus berlanjut dan terawat. Minggu sebelumnya saya dan Edo makan ayam penyet margo setelah Edo mengajarkan menyetir dengan susah payah. Hahaha Saat makan Mie Nampol, Edo kurang merasa tertampol dengan pedasnya, makanya saya tantang lagi dia untuk makan ayam ย penyet margo dan saya memang lagi kepengen banget makanan yang satu itu. Haahahah

ayam penyet margo

 

 

Dan ayam penyet ini baru bisa membuat Edo tertampol dan ketagihan karena kepedasannya. Hahahaha Karena dia sudah merasa tertampol dengan pedasnya ayam penyet margo, kemudian Edo berencana mengajak saya ke tempat makan masakan aceh favoritnya, kebetulan saya juga suka mie aceh dan roti cane. Katanya sih mie aceh ini tidak ada tandingannya, selain makan mie aceh, dia juga ingin mengajak saya ke Taman Kota BSD. Wuiiih seneng banget deh pasti diajak ke sana. Akhirnya minggu selanjutnyalah kami putuskan untuk ke sana, tepatnya tanggal 24 januari. Kami berangkat pukul 09.00, perjalanan cukup lancar, walaupun ada kemacetan tetapi Edo tahu jalan-jalan tikusnya. Tepat pukul 10.00 kami sampai di BSD dan kepagian untuk makan siang, akhirnya kami ke Taman Kota 1 BSD terlebih dahulu, sebenarnya tujuan utamanya itu ke Taman Kota BSD 2 tapi untuk mengisi waktu mampirlah ke sini. Taman Kota 1 tidak begitu besar, ada jogging track, bangku-bangku dan ada beberapa mainan tetapi tidak terawat. Pohon-pohon di sana tinggi-tinggi dan cukup teduh tetapi agak gelap. Di sana saya ketemu gulali :D. Jadilah duduk-duduk sambil makan gulali

20140125_102905

Sekitar setengah jam di sana, berkeliling sekitar satu kilo. Perut mulai terasa lapar dan kami bergegas ke Kopitiam, menurut Edo, nasi panggang di sana enak. Langsung deh saya pesan nasi panggang keju daging sapi.

20140125_113506

Rasanya enak tetapi terasa kurang sesuatu yaitu penyajiannya kurang panas dan kejunya kurang banyak. Hehehe Saya sebenarnya tidak sanggup makan itu sendirian, tapi berkat bantuan dari si Edo, akhirnya habis juga nasi panggang ini. Setelah kekenyangan makan nasi panggang, kami solat terlebih dahulu di sana. Kebetulan sedang ada acara juga di sana, Kopitiam di Saung Serpong ini cukup nyaman tempatnya.

Setelah itu kami ke tujuan utama yaitu Taman Kota 2 BSD. Baru masuk halaman parkirnya saja, saya sudah kaget melihat ada jembatan dan dibawahnya ada kali besar mengalir, walaupun kalinya juga tidak jernih sih, Kata Edo, kalau sore banyak kerbau yang mandi di sana. Hehehe. Di Taman Kota 1 juga ada kali dan jembatan tapi tidak sebagus di sini.

20140125_142501

20140125_142514

Di dalam juga terdapat lapangan kecil, bisa untuk bermain skateboard atau main bola. Tata ruang di taman ini juga lebih baik dibanding taman sebelumnya. Walaupun jalan setapak sudah agak rusak dan saung-saung di sana sudah roboh tapi masih lebih baik lah. Pohon-pohon di sana cukup terawat tetapi sayang banyak sampah-sampah di rumput dekat tempat duduk gitu, walaupun di jalan tidak ada sih. Banyak yang pacaran dan bawa bekal makanan tapi buang sampah sembarangan kayanya. Tapi memang tempat sampah yang tersedia sedikit, harusnya sih bisa sampahnya taruh di kantung plastik dan dimasukan tas terlebih dahulu :P. Maafkan foto aneh di bawah ini, sudah sangat menahan rasa ingin manjat jadinya gelantungan di pohon aja. Hahaha

Malu manjat-manjat, gelantunganpun jadi :P

Malu manjat-manjat, gelantunganpun jadi ๐Ÿ˜›

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lagi mikir mau gelantungin pohon yang mana :P

Lagi mikir mau gelantungin pohon yang mana ๐Ÿ˜›

 

 

 

 

 

Saya dibawa Edo sampai ke ujung taman, ternyata tempatnya agak tinggi, dari sana saya bisa melihat sungai lebih jelas, lebih sepi tentunya. Lebih bisa merasakan derasnya air sungai, bisa mendengar hembusan angin yang menyentuh pepohonan, lebih tercium aroma rumput, bisa melihat burung-burung terbang. Nikmat banget rasanya walaupun cuma diatas bukit kecil yang menghadap ke sungai. Hehehe

20140125_132812

Agak segan beranjak dari taman ini, betah banget rasanya berlama-lama di sini. Hari sudah menjelang sore, padalah masih ada tujuan selanjutnya. Dengan agak terpaksa saya mau beranjak dari sana tetapi dalam perjalanan ke pintu keluar, saya kembali berhenti di tempat duduk yang tadinya penuh dengan orang pacaran. Agak bernego dengan Edo, “sebentar aja deh do duduk di sini, foto bentar aja” Hehehe

Kata Edo : " Mau moto lo atau orang pacaran di bawah sih sebenernya?"

Kata Edo : ” Mau moto lo atau orang pacaran di bawah sih sebenernya?

Setelah foto-foto sebentar di sana, dengan berat hati meninggalkan taman ini. Pokoknya wajib datang ke sana lagi dengan perbekalan yang banyak dan bawa koran untuk duduk di bukit kecil itu :D. Kami segera meluncur ke tempat makan mie aceh langganan Edo, masih dekat daerah rumahnya sih. Barulah di warung ini lidah saya terpuaskan. Hehehehe walaupun masih kenyang dengan nasi panggang tadi tetapi mie aceh dan roti cane di sana sangat menggoda, tentunya tidak satu porsi sendiri-sendiri, perut kami tidak sebesar itu. Kami pesan satu porsi mie aceh daging sapi dengan tingkat kepedasan sedang dan roti cane susu coklat+keju. Yummmy

Walaupun tingkat kepedasannya sedang tetapi mie aceh ini cukup membuat lidah saya berasap, ditambah mie yang masih panas pula. Sluurrrp Enak!

Walaupun tingkat kepedasannya sedang tetapi mie aceh ini cukup membuat lidah saya berasap, ditambah mie yang masih panas pula. Sluurrrp Enak!

Roti cane yang agak kering dan manis ini cukup menetralkan rasa pedas mie aceh. Nyam nyam nyam

Roti cane yang agak kering dan manis ini cukup menetralkan rasa pedas mie aceh. Nyam nyam nyam

Selain makanannya yang enak, minuman di sini pun punya primadonanya, Edo menyarankan minum Es Rasberry yang juga hasil rekomen dari si empunya warung. Hahahaha Dan ternyata benar, minuman es ini seger banget dan manisnya pas. Ada cara khusus untuk minum es ini dan terasa bedanya. Awalnya saya minum seperti biasa, setelah sirup diaduk dan saya minum dengan dasar sedotan yang juga ada di bawah tapi kata Edo lebih seger kalau minumnya sedotannya yang paling bawah ada diantara es-es di atas, jadi minum bagian yang paling atas dan emang segeeer banget. Hahaha

20140125_145945

Setelah kenyang dari Mie Aceh kami melanjutkan perjalanan pulang, rasanya belum cukup kalau belum ada penutup pertualangan hari itu. Setelah numpang solat di Mcd, kami langsung mengudap Mcflurry. Saya memang lagi kepengen banget Mcflurry readbean greentea dan Edo pesan menu baru, Mcflurry Blackforest. Dan ternyata enakan pesenan Edo :P.

20140125_162035

Kuliner Bogor-Depok


Tahun 2013 baru saja berlalu dan selama tahun itu ternyata saya belum diberi kesempatan untuk traveling lagi. Bukan tidak ingin tapi belum tepat saja waktunya, sudah ada beberapa rencana perjalanan yang saya rancang tapi tidak satu pun yang terlaksana, kalau pun ada tapi saya tidak bisa ikut ke sana. Begitu pula pada liburan desember ini, sudah dua kali saya merencanakan untuk pergi ke Jambi dan Padang tapi gagal semua karena ada tugas negara. Hahahaha Sudah biasa seperti itu, hanya bisa ketawa aja deh klo kejadian lagi. Libur dua minggu kemarin, saya pun tidak pergi kemana-mana karena saat keluarga saya berangkat berlibur ke Pangandaran pada hari itu saya juga baru pulang dari Cimahi setelah satu minggu di sana. Tidak bisa jalan-jalan, yang hanya bisa saya rencanakan adalah wisata kuliner. Kalau sekadar jalan ke Mall sih bosen banget rasanya, paling yah cuma ingin pergi menonton film, tapi ga ada temen juga karena mereka juga sibuk liburan. Selain nonton film, alasan lain ke Mall yah ke toko buku tapi buku-buku yang saya belum baca masih bertumpuk, jadi saya ini gemar membaca atau gemar membeli buku sih? harusnya kan buku yang ada dibaca dulu baru beli lagi yah. Hehehe Nah Belanja? kalau lagi mood aja deh, ada uang tapi ga mood belanja yah percuma aja kan cuma bikin capek. Masalah belanja saya selalu tergantung mood tapi kalau urusan kulineran, kayanya saya mood setiap saat deh ๐Ÿ˜€

Saat bingung-bingung siapa yang mau diajak kulineran, Edo menyambut rencana saya dengan antusias. Hahahaha padahal saat itu dia masih di Padang, sedang liburan keluarga di kampung halamannya. Yap, Edo pun liburan! *puk-puk diri sendiri. Edo adalah teman yang saya kenal dari komunitas donor darah, Blood For Others (BFO) https://silvanihabibah.wordpress.com/2013/02/04/merasa-paling-menderita-coba-baca-ini/. Kami sebelumnya sudah pernah bertemu dua kali dan lebih sering komunikasi lewat chat dan grup BFO, sesama domisili Depok juga sih. Tanggal 4 januari 2014 kami sepakat untuk bertualang ke Bogor. Dengan motor Edo, kami membelah Depok menuju Bogor. Perjalanan terasa berat karena hari itu sabtu dan masih bertepatan dengan liburan sekolah, jalanan macet cukup bikin riweh. Dengan perjalanan kira-kira 1,5 jam, kami sampai di Bogor tapi harus masih berusaha mencari alamat tempat makan pertama tujuan kami. Setelah berkeliling sekitar setengah jam yang dibantu dengan google maps dan direpotkan dengan saya yang buta arah membuat bingung saat jadi navigator Edo. Hahahaha akhirnya tepat pukul 12.30 kami sampai di Kedai Kita yang ada di komplek Taman Kencana, Jalan Pangrango.

Kedai Kita terkenal dengan Pizza Bakarnya, ada bermacam menu di sana, juga ada berbagai jenis makanan hotplate. Saya tidak terlalu memperhatikan detail menu di sana, karena rekomennya itu Pizza maka saya harus coba dulu Pizza-nya, kebetulan saya juga gemar menyantap Pizza. Suasana Kedai Kita siang itu sangat ramai, guyuran hujan tidak menghambat pengunjung yang ingin memuaskan lambung mereka, termasuk kami. Kedai Kita terdiri dari dua lantai, lantai pertama sudah tidak ada bangku kosong lagi, maka naiklah kami ke lantai dua, Alhamdulillah masih kosong. Kami langsung memesan menu andalan di sana, Pizza BBQ Smoked Beef. Kami menunggu tidak begitu lama, maka sampailah si Pizza yang menggiurkan ini

pizza

Enam potong pizza dengan adonan roti tipis, toping keju yang melimpah serta potongan smoked beef yang gurih menjadi satu pizza yang bikin mulut ini bahagia. Dan kami pun siap menyantap, Yeaaa!!!

edo

veni

Karena banyaknya toping membuat perut kami kenyang lebih cepat padahal lidah masih ingin terus bergoyang, menghabiskan sisanya butuh perjuangan dengan ngobrol ke sana ke mari. Hahaha Setelah selesai menghabiskan pizza, Edo solat dzuhur dulu, kebetulan saya sedang halangan. Lumayan sambil nunggu Edo solat, saya bisa mengistirahatkan perut untuk diisi ke menu selanjutnya. Hahaha

Hujan sudah berhenti, kami memutuskan berjalan kaki untuk ke tempat selanjutnya, karena dua gang di Taman Kencana itu memang berderet restoran enak, beberapa bulan lalu saya icip-icipย https://silvanihabibah.wordpress.com/2013/10/12/icip-icip-di-bogor/ di Gang yang ada Macaroni Panggang dan Rumah Cupcakes. Dan kali kedua saya ke sana, hijrah ke gang sebelahnya yang berderet Alania Chocolava, Pia Apple Pie, Kedai Kita, Klappertart Huize dan lain-lain. Setelah dari Kedai Kita, kami sempat bingung mau ke Pia Apple Pie atau Alania Chocolava dan akhirnya kami memutuskan ke Alania Chocolava. Desain restoran ini unik, seperti rumah biasa yang diisi sofa-sofa empuk, serasa ada di rumah sendiri deh. Hehehe Saat kami masuk sudah disambut dengan deretan berbagai macam kue coklat, restoran ini memang menjadikan coklat sebagai bahan dasar semua kue.

20140104_141240

20140104_141307

Saat pelayannya keluar, saya langsung bertanya apa menu andalannya. Kemudian dia menunjuk lemari es berkaca yang di dalamnya ada deretan kue-kue berwarna hitam, yap itu adalah Chocolava. Akhirnya kami memesan tiga jenis kue yang ada di lemari es itu, yaitu Chocolava si Hitam, Chococustar si bertitik tiga dan Chocopuding si bunga-bunga putih.

20140104_141919

Dari ketiga kue lucu itu yang paling juara memang si Hitam Chocolava, kue yang lembut dan lelehan coklat hangat di dalamnya membuat lidah ikut meleleh rasanya. Benar-benar enak, harusnya saya beli untuk dibawa pulang nih. Hehehe

20140104_142022

Hari semakin sore, kami segera memacu kendaraan untuk ke tempat makan yang ketiga, Mie Nampol di Jalan Dr Semeru. Ini kali kedua saya ke sana, pisang dekilnya membuat saya ingin kembali lagi. Dari Taman Kencana kami kembali menggunakan GPS dengan agak keliru dan sedikit ingatan saya jalan menuju ke Mie Nampol, akhirnya kami sampai di daerah Dr Semeru sambil dicolek-colek air hujan, kami berhenti sejenak di Pom Bensin untuk isi bensin dan solat, karena tepat di depan pom bensin itulah Mie Nampol mejeng. Keadaan Mie Nampol sore itu cukup ramai, untungnya kami tidak menunggu lama untuk mendapat tempat duduk. kami langsung pesan makanan, kali itu saya tidak pesan Mie Nampol karena tidak mau menambah derita perut ini yang habis maag. Hehehe akhirnya saya pesan pisang dekil keju, jadi ada menu baru di sana, pisang dekil keju dan pisang dekil ice cream. Sebenarnya saya ingin pesan yang ice cream tapi sudah habis. Sayangnya pisang dekilnya kurang panas jadi kenikmatanya agak sedikit kurang. Pisang dekil terasa mantap saat masih panas banget. Hehehe

20140104_161825

 

Edo pasti pesan Mie Nampol, dia pesan mie nampol bakso level 5. Katanya sih kurang pedes tapi kok muka dan bibir ga boong yah do. Hahahahah merah gitu pas makan mie nampol itu. Hehehe

20140104_163612

 

Setelah makan kami langsung pulang karena sudah sore juga, takut kemaleman sampai di Depok. Saya pikir kulineran hari itu selesai di Mie Nampol tapi ternyata salah, setelah solat maghrib di daerah cilodong, Edo pengen coba makan di Warkop PLN, biasanya warga Depok menyebutnya seperti itu, ada sebutan lain sih klo ga salah Warkop Mang Dadang atau Mang Kumis gitu. hehehe Orang Depok harusnya tahu keberadaan Warkop yang jadi tempat nongkrong anak-anak muda ini. Warkop ini tidak pernah sepi kayanya, selain bukanya 24 jam, makanan di warkop ini pun dijamin enak. Mereka menyediakan kue pancong, roti bakar, bubur kacang hijau dan berbagai gorengan. Kue pancong, roti bakar dan indomie tersedia dalam berbagai jenis toping. Menu minuman pun beragam, dari softdrink, kopi susu dan teh. Tapi menu minuman andalan mereka adalah Es susu air kacang hijau atau yang biasa disebut Es Sucang. Jadi air kacang hijau dicampur susu kental manis dan diberi es. Bisa juga disediakan hangat. Saya suka banget menu yang satu itu, Sucang dengan susu kental manis coklat. Menu makanan yang saya suka roti bakar keju mesis, indomie rebus/goreng telor keju dan kue pancong setengah matang keju mesis. Saya merekomendasikan kue pancong itu ke Edo dan dia suka juga ternyata. Yaiyalah kan enak banget. Heheheh

20140104_190810

 

 

Kulineran hari itu ditutup dengan manisnya pancong setengah mateng keju mesis yang makannya di depan orang pacaran. Hahaha untungnya malam minggu itu ga terlalu rame, biasanya lebih rame lagi sampai banyak yang makan di atas motor atau di dalam mobil mereka. Mau kemana lagikah kulineran selanjutnya? *googling ๐Ÿ˜›